Jumat, 06 Januari 2012 - 0 komen yuk

Manusia dan Harapan

Setiap manusia pasti memiliki harapan, manusia yang tidak memiliki harapan di anggap sebagai manusia yang mati, karena harapan dapat membantu kita untuk terus dan terus berusaha tanpa kata menyerah sehingga apa yang kita harapkan dapat terwujud dengan sempurna. Harapan adalah suatu keinginan atau hal yang ingin kita capai demi terciptanya kehidupan atau kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.
Sebuah harapan tidak muncul begitu saja tentu saja munculnya suatu harapan pasti mempunya sebab dan faktor tersendiri, berikut adalah sebab sebab manusia mempunyai harapan :
1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, sedih , dsb
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
  1. Kelangsungan hidup (survival)
  2. Keamanan (safety)
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
  4. Diakui lingkungan (status)
  5. Perwujudan cita-cita (self actualization)
a. Kelangsungan hidup (survival)
Setiap dari kita selalu ingin Isurvive dalam setiap keadaan. Meski sebagian orang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya meski sebenarnya kontrak hidupnya belum habis. Tapi, saya yakin itu hanya sebagian kecil saja.
b. Keamanan
Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan rasa perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
c. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Tapi, sebagai manusia yang berakal, kita harusnya mendahulukan kewajiban ketimbang hak. Termasuk dalam masalah “cinta”. Kalau kita ingin menuntut hak kita untuk dicintai orang tua kita, yaaa kita lebih dulu mencintai mereka, karena itu kewajiban kita.
d. Status
Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa diri kita.
e. Perwujudan cita-cita
Pada dasarnya itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.


Untuk mewujudkan suatu harapan, selain diperlukan usaha serta kerja keras kita juga harus senantias berdoa kepada Allah SWT. Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan. Doa adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman

Sumber :
http://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertian-doa/
http://yomiracle.blogspot.com/2010/04/pengertian-harapan.html
http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/18/apa-sebab-manusia-mempunyai-harapan/
Senin, 26 Desember 2011 - 0 komen yuk

Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang artinya tidak nyaman, tidak tentram hatinya, cemas, selalu merasa khawatir dan tidak sabaran. Sehingga kegelisahan merupakan keadaan dimana individu diliputi oleh perasaan cemas dan tidak tenang. Kegelisahan hanya bisa dilihat dari gerak gerik individu tersebut yang lain dari biasanya. Misalnya orang yang sedang mengalami kegelisahan cenderung menarik diri dari pergaulan, malas berbicara, dan terlihat murung. Ada juga yang mondar mandir di sebuah ruangan, menatap jauh ke depan sambil mengepal ngepalkan tangan dan lain sebagainya tergantung dari reaksi individu tersebut menanggapi situasi gelisah. Kegelisahan atau kecemasan juga bisa berakibat pada frustasi, dimana salah satu penyebab frustasi adalah tidak tercapainya sesuatu yang kita inginkan dan mengakibatkan kegelisahan. Kegelisahan yang mendalam dan berlarut tersebut bisa mendekatkan kita pada situasi frustasi.

Faktor penyebab terjadinya kegelisahan pada diri individu beraneka ragam, seperti :
1.Kesulitan ekonomi
2. Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
3. Penyakit yang menahun
4. Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
5. Takut kehilangan pasangan hidup
6. Khawatir gagal dalam berkarier

Kecemasan atau kegelisahan dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu :
  Kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya.
   Kecemasan Neoritis
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idenya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah.
  Kecemasan moril
kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.

Upaya mengatasi kegelisahan atau kecemasan bisa dengan berbagai cara. Salah satu nya adalah bersikap tenang, apabila kita dapat bersikap dan berfikir tenang maka berbagai masalah akan dapat terselesaikan dengan baik. Lain hal nya apabila kita tidak berfikir tenang, emosi atau menggebu gebu maka masalah akan terbengkalai dan tidak terselesaikan. Dibalik itu semua cara mengatasi kegelisahan yang paling ampuh adalah dengan berserah diri kepada Allah SWT.

keterasingan berasal dari kata terasing, dan terasing berasal dari kata asing yang berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain terkucilkan atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berhubungan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh banyak orang atau kekurangan yang ada pada diri seseorang sehingga ia dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Seseorang yang berada dalam keadaan terasing atau sedang mengalami kondisi gelisah/cemas biasanya mengalami pula yang di sebut dengan kesepian. Kesepian merupakan bentuk ketidak puasan terhadap hubungan atau interaksi sosial yang sedang dijalani oleh seorang individu. Kesepian merupakan kondisi yang tidak menyenangkan, orang akan merasa kesepian bila intensitas hubungan sosial yang diharapkannya tidak sesuai atau kurang dari apa yang ia harapkan.

Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, salah satunya adalah pikiran yang kacau. Sebuah ketidakpastian juga dapat menimbulkan kegelisahan yang membuat hati tidak tenang dan tentram.

Dikatakan di atas bahwa ketidakpastian berasal dari pikiran yang tidak konsentrasi dan ketidak konsentrasian tersebut berasal dari pikiran kita yang kacau. Untuk itu agar terhindar dari kondisi yang tidak pasti, kita harus berusaha berpikir dengan benar dan dengan tenang, semua berasal dari mental masing masing individu. Apabila penyebab nya sudah diketahui dan tidak dapat diatasi, ada baiknya individu tersebut dibawa kepada orang yang lebih ahli dalam hal tersebut seperti psikolog atau psikiater.

Sumber :
http://runbin798.blogspot.com/2011/02/manusia-dan-kegelisahan.html
http://rizkaastriani.blogspot.com/2011/04/sebab-sebab-kegelisah-dan-cara.html
http://hadi-detected.blogspot.com/2011/06/pengertian-kegelisahan.html
http://cahyomuhajir.blogspot.com/2011/06/manusia-dan-kegelisahan.html
http://danprihono.blogspot.com/2011/04/manusia-dan-kegelisahan.html
- 0 komen yuk

Manusia dan Tanggung Jawab


Tanggung jawab merupakan kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Tanggung jawab memiliki arti yang beragam, diantaranya adalah keharusan untuk menerima segala bentuk resiko dari keputusan yang telah di ambil, atau dalam kebudayaan kita umumnya tanggung jawab diartikan sebagai keharusan untuk “menanggung” dan “menjawab”. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia tanggung jawab adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Tanggung jawab juga dapat diartikan sebagai kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. 

Tanggung jawab dibagi ke dalam beberapa macam, yang pertama adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri. Tanggung jawab ini menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Yang kedua adalah tanggung jawab terhadarp Tuhan. Manusia diciptakan oleh Tuhan untuk mengisi kehidupannya di dunia dengan berbagai macam hal, dan tentu saja apapun yang dilakukan manusia selama hidup selalu dimintai pertanggung jawabannya oleh Tuhan di akhirat nanti. Yang ketiga adalah tanggung jawab terhadap keluarga, tiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab nya masing masing. Tanggung jawab ini bukan hanya sekedar menjaga nama baik keluarga, namun juga tanggung jawab dalam hal pendidikan, kesejahteraaan, keselamatan dan kehidupan. Yang keempat adalah tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita lakukan, sebagai contohnya ada seorang bapak tua yang tertangkap basah sedang mencuri sepeda motor milik tetangganya harus siap menerima hukuman yang diberikan oleh pihak yang berwajib. 

Pengabdian dan pengorbanan merupakan salah satu bentuk dari tanggung jawab. Pengabdian bermacam-macam bentuknya.Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara. Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi. Pengabdian kepada Tuhan, sangat wajib dan tidak boleh dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Dengan tekun beribadah, mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya. Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat manusia atau individu sebagai warga negara. Misalnya seorang pegawai negeri yang bersedia ditempatkan di luar daerahnya untuk bekerja.

Sumber :
http://danprihono.blogspot.com/2011/04/pengabdian-dan-pengorbanan.html
http://sosialdasar.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-arti-tanggung-jawab.html
http://aneneharief.ngeblogs.com/2010/03/25/pengertian-tanggung-jawab/
Jumat, 11 November 2011 - 2 komen yuk

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu :
∗ Cita-cita
∗ Kebajikan
∗ Usaha
∗ Keyakinan / kepercayaan

Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang merupakan nilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Idiologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara idiologi dengan masyarat negara.

Cita – Cita
Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah sekedar mimpi. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Cita-cita adalah merupakan rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri. 

Kebajikan
Kebajikan dapat di artikan sebagai perbuatan dimana seseorang berbuat kebaikan kepada oranglain untuk membantunya tanpa mengharapkan pamrih. 
Makna kebajikan yang sebenarnya ialah :
(1). beriman kepada : Allah, hari kemudian, malaikat- malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
(2). memberikan harta yang dicintainya kepada : kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(3). memerdekakan hamba sahaya (budak),
(4). mendirikan shalat, dan
(5). menunaikan zakat; dan
(6). orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan
(7). orang-orang yang sabar dalam : kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan

Usaha Perjuangan
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya, Kerja keras dapat dilakukan dengan menggunakan otak atau dengan kata lain dengan cara berfikir, namun kerja keras juga dapat dilakukan dengan menggunakan jasmani/fisik.

Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat yaitu :
1.     aliran naturalisme
aliran naturalisme merupakan aliran yang menitik beratkan pada unsur unsur gaib atau kehidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
2.    Aliran intelektualisme
dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir,mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani.

3.    Aliran gabungan
Dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dariTuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukanbenar tidaknya sesuatu.

Agar kehidupan kita menjadi lebih baik dan tearah ada bagusnya kita mengetahui langkah langkah berpandangan hidup yang baik, langkah – langkah tersebut ialah :
1.mengenal
2.mengerti
3.menghayati
4.meyakini
5.mengabdi
6.mengamankan

Sumber :
- 0 komen yuk

Manusia dan Keadilan


Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk.

Keadilan Sosial
Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum. Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila

Berikut ini merupakan macam macam bentuk keadilan :
A. Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balk

menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.

B. Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata All menerima Rp.100.000,- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadian Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

C. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Contoh :
dr. Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya. Sebagai seorang dokter is manjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Yanti menanggapi lebih baik lagi. Alcibatnya, hubungan mereka berubah dan dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis yang saling mencintai. Bila dr. Sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi, karena dr.Sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga dr.Sukartono.

Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut.Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani. filsafat berfikir. yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran. ketulusan dalam meneropong kebenaran lokal maupun kebenaran Iliahi. (M.Alanisyah.1986:83). 

Kecurangan
Kecurangan merupakan lawan dari sebuah kejujuran, kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau memang pada hatinya sudah berniat curang dengan maskdusd memperoleh keuntungan tanpa bertenaga lebih. Keuntungan yang dimaksud di sini merupakan keuntungan materi. Mereka yang berbuat curang menganggap akan mendatangkan kesenangan, meskipun orang lain menderita karena kecurangan.

Perhitungan (HISAB) dan Pembalasan
Dinegara kita ada suatu lembaga khusus yang menangani kejahatan yaitu POLISI, disini polisi akan menyelidiki, dan mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang selanjutnya akan diserahkan kepengadilan untuk diproses menurut UUD. Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.

Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak Ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai
dengan kodrat manusia, yaitu :

a) manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
b) ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri scbagai pelaku moral tersebut.

Pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang beisahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasamya, menusia adalah mahluk moral dan mahiuk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau mempeikosa hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Sumber :
http://orggoblog.blogspot.com/2010/06/manusia-dan-keadilan.html
http://tifany-tifa.blogspot.com/2011/01/pemulihan-nama-baik.html
http://okithofaanugrah.blogspot.com/2010/11/pengertian-keadilan.html
http://www.scribd.com/doc/65630012/19/Berbagai-Macam-Keadilan
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan_sosial
Minggu, 06 November 2011 - 0 komen yuk

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan paling tidak disenangi oleh siapapun. Penderitaan ternyata penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia. Biasanya orang menyebut dengan factor internal dan faktor eksternal. Penderitaan akan di alami atau dirasakan oleh semua manusia tanpa memandang status sosial, jenis kelamin, suku dan lain sebagainya. Allah SWT memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan kepada umatnya dengan maksud agar manusia tidak berpaling dariNya.

Siksaan
Berbicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang nerakadan dosa dan akhirnya firman Tuhan dalam kitab suci Al – Quran. Seperti kita maklumi di dalam kitab suci Al – Quran terdapat banyak sekali surat dan ayat yang membicarakannya tentang siksaan ini. Dalam Al – Quran surat – surat lain banyak berisi jenis ancaman dan siksaan bagi orang – orang musyrik, syirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.

Kekalutan mental
Penderitaan batin dalam ilmu Psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara sederhana, kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persolan yang harus diatasi, sehingga yang bersangkutan bertingahlaku secara kurang wajar. Misalnya, seseorang yang tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan ujian, menggigit-gigit pensil.

Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami kekalutan mental adalah sebagai berikut ;

  • Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak napas, demam dan nyeri    pada lambung.
  • Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah sebagai berikut :

  • Gangguan kejiwaan akan nampaak dalam gejala-gejala kehidupan penderita, baik pada jasmani maupun rohaninya.
  • Usaha mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif (escape mechanism), yaitu mundur atau lari (menghindarkan diri), sehingga cara bertahan dirinya tentu salah. Hal ini akan berbeda apabila terjadi pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan, yang apabila menghadapi pesoalan justru akan segera memecahkan persoalan sehingga tidak menekan perasannya. Jadi, bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan (problem solving).
  • Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown), dan yang bersangkutan mengalami disorder (tidak semestinya atau gangguan).

Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan memang selalu hadir dalam kehidupan kita, tidak berarti hidup adalah menderita/hidup adalah untuk penderitaan. namun "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". Jadi mau tidak mau kita selalu dituntut untuk terus berjuang dlam hal apapun. dan percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sia - sia. Setelah perjuangan terlaksana dan pasrah kepada Tuhan. maka dari itulah gunanya bersosialisasi, dengan bersosialisasi
kita dapat saling membantu dalam susah maupun senang dengan sesama manusia dalam menyelesaikan masalah dan menyelesaikan penderitaan. namun jangan lupa disertai doa pula.

Penderitaan media massa dan seniman
Bagi media masa dan seniman penderitaan dibuat melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut merasakan penderiaan tersebut. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan salahs atu obyek sasaran media massa untuk membuat berita,kemudian akan sampai ke seluruh penjuru masyarakat termasukpara seniman yang kemudian akan mengapresiasikan rasasimpatinya melalui karya seni

Penderitaan dan sebab - sebabnya
Penyebab penderitaan banyak disebabkan oleh berbagai hal di bawah ini :
·        Hubungan tidak baik antara manusia dengan manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki, iri, sakit hati, kejam serta alasan lain yang mendasari perbuatan buruk manusia lain terhadap sesama yang dapat memicu penderitaan entah itu dari korban yang mengalami maupun pelaku yang mengalami derita.
·        Hubuan tidak baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya kesadaran manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak alam dengan
·        Ketamakan hanya karena masalah uang sehingga terjadi berbagai becana seperti Longsor.
·        Penderitaan karena cobaan, disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan meberikan suatu cobaan diluar kemampuan umat-Nya.

Pengaruh Penderitaan
Pengaruh penderitaan misalnya saja terjadi seseorang yang menderita karena terkena suatu penyakit, akan tetapi penyakit yang diderita nya tidak kunjung sembuh, dan sampai akhirnya mereka putus asa, dan bunuh diri adalah salah satu cara yang dilakukan
Adapula, seseorang menderita karena memiliki suami yang sering melakukan kekerasan, dan akhirnya banyak sekali yang begitu saja menelantarkan anak – anaknya
Masih banyak lagi contoh kasus dari pengaruh yang akan terjadi apabila sesorang mengalami penderitaan dan berikut adalah satu pepatah yang semoga dapat memotivasi kita semua jika sedang tertimpa musibah.
“Asal seseorang mau ikhlas, tabah, dan punya iman yang kuat, mungkin sesorang bisa menjalani penderitaan dengan kuat di kehidupannya”

Sumber :
http://anthoine.multiply.com/journal/item/120/KEKALUTAN_MENTAL?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
anggipay.blogspot.com/2011/05/penderitaan-dan-perjuangan.html
rizkywulancils.blogspot.com/2011/06/penderitaan-dan-sebabnya.html
http://sisyfasyfa4.blogspot.com/2011/06/hubungan-penderitaan-media-masa-dan.html
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penderitaan.html
- 0 komen yuk

Manusia dan Keindahan

Keindahan berasal dari kata dasar indah yang berarti bagus, elok, cantik, enak dilihat dan lain sebagainya. Keindahan bersifat universal yang artinya tidak tergantung pada selera perorangan atau individu, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. 

Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang berarti berdiam diri memikirkan sesuatu secara mendalam dalam rangka memperbaiki diri dari tingkah laku yang kurang indah yang merupakan siatu bentuk koreksi diri. Sedangkan merenung dalam rangka mengevaluasi pengetahuan yang dimiliki disebut berfilsafat. Pemikiran kefilsafatan mempunyai karakteristik tersendiri yaitu ;
  • Menyeluruh artinya mengunakan seluruh pengetahuan yang dimiliki
  • Mendasar artinya berpikir sampai pada akar permasalahanya
  • Spekulatif artinya pemikirannya dapat dijadikan dasar bagi pemikiran-pemikiran selanjutnya
Renungan yang berhubungan dengan keindahan didasarkan atas tiga teori yaitu ;
·        Teori pengungkapan
·        Teori metafisika
·        Teori Psikologi 
Teori pengungkapan
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) Beliau antara lain menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).”

Teori Metafisik
Teori seni yang bercotak metafisik  merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori).


Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan.

Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi yang berarti seimbang cocok, atau selaras. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalarn suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat. Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita. Kehidupan yang selaras, serasi, seimbang tersebut akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila antara kita bersikap dan berprilaku sesuai dengan kodrat, harkat, dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Keserasian terwujud apabila masing-masing individu dan lembaga-lembaga masyarakat menyadari serta melaksanakan tugas, fungsi, hak, dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Baik serasi dalam beragama, berkebudayaan dan lain sebagainya.

Sumber :